Pengaruh Work Engagement dan Digital Workload Terhadap Gejala Quiet Quitting Pada Pegawai Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Barat

Authors

  • Rika Damayanti Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia
  • Mu’fidatul Nurul Hajjad Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia
  • Amalia Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia
  • Hari Yeni Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia
  • Nur Asia Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57178/paradoks.v9i3.2552

Keywords:

Work engagement, Digital workload, Quiet quitting, Sektor publik

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work engagement dan digital workload baik secara parsial maupun simultan terhadap gejala quiet quitting pada pegawai Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat. Menggunakan Teori Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai grand theory, penelitian ini berlokasi di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju. Dari total populasi 155 pegawai, sampel sebanyak 112 responden ditentukan melalui rumus Slovin dan dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling (69 PNS dan 43 pegawai paruh waktu). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert 5 poin, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, uji kualitas instrumen, pengujian hipotesis (Uji t dan Uji F), serta analisis Koefisien Determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterikatan kerja (work engagement) harian pegawai berada pada kategori sedang (rata-rata 3,20–3,63), sementara beban kerja digital (digital workload) tergolong tinggi akibat durasi penggunaan perangkat (rata-rata 3,72) dan tekanan psikologis dari notifikasi kerja yang konstan (rata-rata 3,78). Kondisi ini memicu tingginya gejala quiet quitting, di mana pegawai cenderung membatasi kontribusi hanya sebatas deskripsi tugas pokok (rata-rata 3,42) dan enggan menerima tugas tambahan (rata-rata 3,46) demi menghindari burnout. Secara simultan, integrasi pengelolaan keterikatan kerja dan pengendalian beban kerja digital terbukti menentukan arah perilaku komitmen minimalis pegawai dalam birokrasi pemerintahan daerah.

References

Adil, A., Liana, Y., Mayasari, R., Sintia, A., Rida, L., Fahmy, R., Saputri, R., Jayatmi, I., Budi, E., Angga, S., Permana, A., Rohman, M., Deddy, R., Citra, N., Mario, A., Bani, M. D., Bani, G., Haslinah, A., & Wijoyo, E. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif: Teori dan praktik. Get Press Indonesia.

Darmayanto, D., Mujanah, S., & Fianto, A. Y. A. (2025). Mapping global research trends and directions on the quiet quitting phenomenon: A bibliometric analysis in the context of human resource management. JEM17: Jurnal Ekonomi Manajemen, 10(2), 173–198. https://doi.org/10.30996/jem17.v10i2.132728

Dewi, C. A. M., Purnama, M. J., Fitrisia, D., & Kusumasari, N. M. I. (2025). Analisis perilaku quiet quitting sebagai respons terhadap burnout dan kepemimpinan di tempat kerja: Studi kasus perilaku quiet quitting di tempat kerja. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(1), 742–750. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i1.12853

Hanifah, R. I., & Wicaksana, S. A. (2024). The impact of work engagement on the agility of Organization X’s workforce. International Journal of Social Science Humanity & Management Research, 3(2), 521–528. https://doi.org/10.58806/ijsshmr.2024.v3i2n07

Harter, J. (2022). Is quiet quitting real? Gallup. https://www.gallup.com/workplace/398306/quiet-quitting-real.aspx

Hermawan, S., & Hariyanto, W. (2022). Buku ajar metode penelitian bisnis: Kuantitatif dan kualitatif. Umsida Press. https://doi.org/10.21070/2022/978-623-464-047-2

Khoirunnisa, D., Nara, D., & Handaru, A. W. (2026). Pengaruh transformasi digital dan beban kerja terhadap work-life balance pegawai di Kementerian Keuangan. Journal Social Society, 6(1), 691–706. https://doi.org/10.54065/jss.6.1.2026.1045

Kosasih, N. (2025). The effect of the digital work environment on online driver engagement in Indonesia. TechTalent & Business Review, 1(3), 35–46. https://doi.org/10.63985/ttbr.v1i3.33

Kumar, A. (2025). Silent resistance or strategic withdrawal? Rethinking employee engagement in the era of quiet quitting. Journal of Informatics Education and Research, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.52783/jier.v5i2.3034

Kurniawan, I. S., Rahmawati, C. H. T., & Ningrum, N. K. (2025). Mengurai hubungan workload dan quiet quitting: Perspektif JD-R model pada karyawan perusahaan swasta di Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia, 3, 1561–1580. https://doi.org/10.47747/snfmi.v3i1.3176

Nurani, S., Fitriani, R., & Permana, D. (2023). Perbandingan kinerja regresi decision tree dan regresi linear berganda untuk prediksi BMI pada dataset asthma. Jurnal Riset Komputer, 6(1), 34–43.

Pratiwi, P. E., Stanislaus, S., & Pratiwi, P. C. (2023). The tendency of quiet quitting workers in terms of engagement and well-being at work. Philanthropy: Journal of Psychology, 7(2), 132–143. https://doi.org/10.26623/philanthropy.v7i2.7905

Putri, V. W., Abiprayu, K. B., & Airyq, I. M. (2026). The effect of the quiet quitting phenomenon: An empirical study of universities in Indonesia. Journal of Applied Research in Higher Education. Advance online publication. https://doi.org/10.1108/JARHE-12-2024-0709

Rohimah, S., & Napitupulu, R. H. M. (2023). Pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Neo Kosmetika Industri pada divisi produksi. Jurnal Ilmu Manajemen Indonesia, 1(1), 72–82.

Roringkon, C. J. A., Susita, D., & Aminah, H. (2026). Workload, work environment, dan quiet quitting di sektor publik: A systematic literature review [Preprint]. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.18263260

S., N., Shalihah, I., Raswan, R., & Ridlo, U. (2025). Uji validitas dan reliabilitas. Luxfia: Journal of Multidisciplinary Research, 1(1), 69–81.

Sitorus, M. G., & Rachmawati, R. (2024). Analysis of the quiet quitting phenomenon with work engagement and job satisfaction as mediators: A study of employees in the Indonesian banking industry. Eduvest: Journal of Universal Studies, 4(11), 10671–10793. https://doi.org/10.59188/eduvest.v4i11.44765

Sutarno, S., Azzahra, F., & Rahmadhan, M. R. (2026). Peran persepsi dukungan organisasi sebagai moderator dalam pengaruh beban kerja digital terhadap tingkat quiet quitting karyawan. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 9(1), 160–176. https://doi.org/10.56354/jendelainovasi.v9i1.297

Widiari, P. A. O. (2025). Quiet quitting di kalangan Generasi Z: Literature review manajerial. Mudabbir: Journal Research and Education Studies, 5(2), 2154–2165. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1448

Wijaya, A. (2026). Menyelidiki faktor penyebab quiet quitting melalui tinjauan sistematis. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 172–188. https://doi.org/10.62383/wissen.v4i1.1559

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Damayanti, R., Hajjad, M. N., Amalia, Yeni, H., & Asia, N. (2026). Pengaruh Work Engagement dan Digital Workload Terhadap Gejala Quiet Quitting Pada Pegawai Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Barat. Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi, 9(3), 644–659. https://doi.org/10.57178/paradoks.v9i3.2552

Issue

Section

Articles